ToS Syurga Neraka

Tidak ada Tuhan selain ALLAH maka dirikanlah Sholat untuk mengingat ALLAH

Kisah Nabi Muhammad S.A.W Pasca Hijrah : Keberangkatan Nabi Muhammad S.A.W. dari Quba’

Image

Kemudian sesudah sahabat ‘Ali bersama-sama dengan keluarga Nabi Muhammad s.a.w. dan keluarga sahabat Abu Bakar r.a. sampai di Quba’, baru satu atau dua malam mereka diam di kampung Quba’, dan Nabi disana lebih dari sepuluh malam, masjid yang beliau dirikan telah selesai di kerjakaan dan telah mulai di pergunakan untuk tempat bersembahyang oleh beliau, waktu itu kaum Muslimin di Quba’ menyangka, bahwa tentu Nabi lebih lama lagi berdiam di Quba’. Tetapi ALLAH memerintahkan kepada Nabi supaya beliau meneruskan perjalanan beliau sampai ke kota Yatsrib (Madinah)

Pada saat itu kaum Muslimin di Quba’ terpaksa bertanya kepada Nabi : ”Ya, Rasulullah ! Apakah tuan memang menghendaki rumah (tempat tinggal) yang lebih baik dari kita?”

Nabi Muhammad s.a.w. menjawab : ”Oh tidak begitu. Saya telah mendapat perintah supaya saya melanjutkan perjalanan ke suatu desa yang memakan beberapa desa, maka hendaklah kamu sekalian membiarkan perjalanan unta ini. (Perkataan-perkataan itu berarti bahwa penduduk Madinah itu kerapkali menaklukan desa atau daerah lain, dan lalu memakan harta benda kepunyaan penduduk desa yang mereka taklukan. Demikianlah menurut kitab Shahih Bukhary dan lain-laainnya)

Sebelum berangkat ke Madinah Nabi Muhammad s.a.w. memberi kabar kepada kaum Muslimin ini disana terutama keluarga keturunan Najjar. Oleh sebab itu pada hari beliau hendak berangkat mereka telah datang berduyun-duyun ke Quba’ dan mereka sama berpakaian kebesaran serta bersenjatakan pedang, hendak menjemput dan mengiringkan perjalanan Nabi dari Quba’ sampai ke Madinah.

Sebelum berangkat Nabi Muhammad s.a.w. datang di Masjid Quba’ yang baru selesai di dirikan beliau. Beliau berdiri di muka Masjid itu, dan para sahabat Muhajirin dan Anshar di sekeliling tempat Nabi berdiri. Dan Nabi bersabda kepadaa mereka :

”Amu’minuuna antum?”
”Apakah kamu sekalian orang-orang beriman?”

Mereka semuanya diam ; tidak ada seorangpun yang berani menjawab. Lalu Nabi bersabda lagi :

”Amu’minuuna antum?”
”Apakah kamu sekalian orang-orang beriman?”

Mereka semuanya tetap diam, kecuali hanya sahabat ‘Umar bin Al-Khaththab yang berani berkata :

”Ya, Rasuulullah innahum mu’minuun, wa anaa minhum”
”Ya, Rasulullah ! Bahwa mereka sesungguhnya mereka itu orang-orang beriman, dan saya dari pada mereka.”

Lalu Nabi Muhammad bersabda pula :

”Atu’minuuna bilqadhaai?”
”Apakah kalian semua percaya akan keputusan Tuhan?”

Mereka berkata :

”Na’am”
”Ya”

Nabi bersabda :

”Watashbiruuna ‘alalbalaai?”
”Dan apakah kamu sekalian tahan (bersabar) akan malapetaka(bencana)?”

Mereka berkata :

”Na’am”
”Ya”

Nabi bersabda :

”Watasykuruuna ‘alarrajaai?”
”Dan apakah kalian bersyukur atas kegirangan?”

Mereka berkata :

”Na’am”

Nabi bersabda :

”Mu’minuun, warabalka’bah”
”Demi Tuhannya Ka’bah, mereka orang-orang beriman.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 18, 2012 by and tagged .
%d blogger menyukai ini: