ToS Syurga Neraka

Tidak ada Tuhan selain ALLAH maka dirikanlah Sholat untuk mengingat ALLAH

Kisah Nabi Muhammad S.A.W Pasca Hijrah : Membina Persaudaraan kaum Muslimin di Madinah

Image

Sebagaimana telah tersebut dalam kitab-kitab tarikh dan kitab-kitab hadits bahwa setelah ada kurang lebih lima bulan lamanya Nabi Muhammad s.a.w. berdiam di kota Madinah, maka untuk mengkekalkan persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar atau dengan tegas kaum Muslimin, pada suatu waktu beliau mengumpulkan mereka, dan sesudah mereka berkumpul di hadapan beliau, maka bersabdalah beliau kepada mereka :

”Taakhaufillahi akhawaini akhawain!”
”Hendaklah kamu sekalian bersaudara dalam agama ALLAH dua orang dua orang.”

Jadi yang di maksudkan oleh Nabi Muhammad s.a.w. ialah persaudaraan di dalam agama ALLAH. Kemudian beliau bersabda lagi :

”Hamzatubnu abdal muthalib asyadu allahi wa asyadu rasuulih, wa zaidubnu haaritsah maula rasulullah akhawain.”
”Hamzah bin ‘Abdul Muthalib singa ALLAH dan singa PesuruhNya bersaudara dengan Zaid bin Haritsah budak Rasulullah.”

Dan demikianlah Nabi lalu menyebut nama-nama sahabat-sahabatnya dari golongan-golongan Muhajirin dan Anshar supaya setiap dua orang bersaudara, seorang dari Muhajirin dan seorang dari Anshar. Pada saat itu yang di perintahkan bersaudara ada seratus orang, 50 orang Muhajirin dan 50 orang dari Anshar. Dan diantara seratus orang tersebut antara lain adalah nama-namanya sebagai berikut :

Muhajir Ja’far bin Abi Thalib dengan Anshar Mu’adz bin Jabal
Muhajir Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan Anshar Kharijah bin Zuhair.
Muhajir ‘Umar bin Kaththab dengan Anshar ‘Itban bin Malik.
Muhajir Zubair bin Awwam dengan Anshar Salamah bin Salamah
Muhajir ‘Amir bin ‘Abdillah dengan Anshar Sa’ad bin Mu’adz
Muhajir Abdur-Rahman bin ‘Auf dengan Anshar Sa’d bin Ar-Rabi’.
Muhajir ‘Utsman bin ‘Affan dengan Anshar ‘Aus bin Tsabit.
Muhajir Thalhah bin Ubaidillah dengan Anshar Ka’b bin Malik.
Muhajir Sa’d bin Zaid dengan Anshar Ubayya bin Ka’b.
Muhajir Mush’ib bin ‘Umair dengan Anshar ‘Khalid bin Zaid.
Muhajir Abu Hudzaifah bin ‘Utbah dengan ‘Ubbad bin Biisyr.
Muhajir ‘Ammar bin Yassir dengan Anshar Hudzaifah bin Al-Yaman.
Muhajir Abu Dzar Al-Ghifary dengan Anshar Mundzir bin ‘Amr.
Muhajir Bilal bin Rabah dengan Anshar Abu Ruwaihah.
Muhajir Salman Al-Farisy dengan Anshar Abud-Darda’

Inilah sebagian dari nama-nama sahabat Muhajirin dan Anshar yang tercatat dalam kitab Sirah Ibnu Hisyam, yang di jadikan saudara seorang dengan yang lain di dalam agama ALLAH oleh Nabi Muhammad s.a.w. 

Adapun maksud Nabi mengadakan persaudaraan itu: 
Pertama : untuk melenyapkan rasa asing pada diri sahabat-sahabat Muhajirin di kota Madinah;
Kedua : untuk membangun rasa persaudaraan antara satu sama lain di dalam agama ALLAH, yaitu bahwa ”semua orang Islam itu saudara”;
Ketiga : agar satu sama lain tolong menolong, yang kuat menolong yang lemah, yang mampu menolong yang kekurangan dan sebagaianya.

Adapun buah dari persaudaraan yang di bina oleh Nabi Muhammad itu, kelak akan kami uraikan. Menurut riwayat kitab Shahih Muslim dan lainnya, Nabi Muhammad membina persaudaraan ini di tempat rumah Anas r.a.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: