ToS Syurga Neraka

Tidak ada Tuhan selain ALLAH maka dirikanlah Sholat untuk mengingat ALLAH

Sejarah Kisah Hijrah Nabi Muhammad S.A.W. : Keputusan Rapat Tertutup itu.

Image

Kemudian Abu Jahal menyerahkan pimpinan rapat ke tangan Abu Lahab, yang menerimanya dengan gembira. Sesudah itu Abu Jahal bangkit berdiri dengan tegaknya dan berbicara dengan lancarnya, mukanya kemerah-merahan serta air pelurnya bercucuran. Antara lain Abu Jahal berkata : ”Tuan-tuan dan saudara-saudara! Menurut pendapat saya, Muhammad itu harus selekasnya di bunuh, dipotong lehernya dan dipancung kepalanya, dengan tidak usah banyak omong lagi. Janganlah sampai terbuang tempo yang hanya sedikit, ia telah sangat memusingkan pikiran kita, menimbulkan kekacauan di antara kita, selalu menerbitkan kekacauan dalam bangsa sendiri, menyalahi agama kita dan agama yang dipeluk ole nenek-moyang kita, mencaci-maki Tuhaan-Tuhan kita yang telah beratus tahun dipuja dan disembah oleh para leluhur kita, membodoh-bodohkan para ulama kita dan mencerca adat istiadat kita, dan lain-lainnya. Dengan demikian telah nyata-nyata bahwa ia adalah seorang yang amat besar kesalahannya kepada kita!

Saya yakin Muhammad tidak akan sudi mengikut kepada kita, janganlah mengikut, sedangkan kita ajak berdamai saja telah tidak sudi. Cobalah tuan-tuan perhatikan! Barangkali tuan-tuan belum lupa akan masa yang sudah-sudah tentang bagaimana cara usaha kita yang telah kita jalankan agar ia mau meghentikan kelakuannya. Kita telah mengajak berdamai, tetapi ia sama sekali tidak mau menerima ajakan kita, bahkan membalasnya dengan ejekan yang amat menghinakan kita dan yang kita puja. Lalu ia kita balas dengan cara yang kasar pula, kita caci maki, kita hinakan, kita rendahkan, kita sakiti hatinya, sehingga pernah ia kita lempari batu, kita lempari kotoran keatas kepalanya, dan kerap kali rumahnya kita lempari barang-barang najis, kita lempari pasir kepalanya, setiap kita bertemu dengan dia dan pernah juga kepalanya kita lempari batu yang besar-besar. Tetapi ia tetap tidak bertibat kepada kita, bahkan lambat laun ia makin berani menetang kita.

Kecuali itu pernah juga ia dan pengikut-pengikutnya kita boikot dalam masa lebih kurang tiga tahun, sehingga mereka tidak bisa mendapat makanan sebagai biasanya, tidak dapat berpakaian seperti biasanya, namun ia tetap tidak mau tunduk kepada kita. Pendek kata telah cukuplah cara-cara dan usaha-usaha kita untuk merintangi Muhammad dan kelakuannya. Sebab itu ikhtiar kita sekarang ini tidak lain ialah ia harus kita pancung kepalanya atau kita tusuk perutnya. Dan kebetulan sekali, sekarang ini kawa-kawannya dan pengikut-pengikutnya serta komplotannya telah banyak yang melarikan diri, maka dari itu sekaranglah masanya jiwanya harus kita tewaskan!

Menurut hemat saya, sudah tidak ada gunanya jikalau ia diusir atau di buang dari Mekah, bahkan andaikata terjadi demikian, itu akan lebih berbahaya bagi kita kelak di kemudian hari. Dan tidak berguna juga ia kita penjarakan, kita aniaya, kita siksa setengah mati dan lain sebagainya, karena hal-hal ini pernah telah kita jalankan pada waktu yang sudah-sudah, dan hasilnya sia-sia belaka, bahkan kalau sekarang kita berbuat begitu lagi padanya, sangat berbahaya bagi kita, bukan? Oleh karena soal ini tidaklah perlu kita perbincangkan panjang lebar lagi, tetapi kita cukup kita putuskan saja, bahwa ia harus kita bunuh. Adapun cara membunuhnya, saya persilahkan kepada tuan-tuan dan saudara-saudara sekalian! 

Sedang menurut pikiran saya, cara kita membunuh Muhammad itu begini saja. Kita harus mengambil pemuda-pemuda yang gagah berani lagi perkasa, mereka kita ambilkan dari suku-suku dan qabilah-qabilah yang di wakili dalam rapat ini sekarang. Tiap-tiap suku dan qabilah wajib memilih dan mengirimkan seorang pemudanya yang gagah perkasa dan mereka masing-masing harus kita bawai senjata tajam, terutama pedang. Kemudian kita suruh mereka itu datang bersama-sama ke rumah Muhammad, dan sesudah itu mereka bertemu dengan dia, dengan tidak usah berbicara sepatahpun, mereka masing-masing mengayunkan pedangnya sekali saja. Jadi kalau ada 50 orang pemuda, maka Muhammad sudah barang tentu kena pedang lima puluh kali. Dengan itu saja saya yakin bahwa seketika itu juga Muhammad pasti binasa.”

Demikianlah pendapat Abu Jahal dalam rapat itu. Lalu usul Abu Jahal itu diserahkan oleh pimpinan kepada hadlirin untuk dipertimbangkan. Dan ternyata tidak seorangpun dari hadlirin yang berani menolaknya, mengurangi dan menambah keterangan usul itu. Seluruh hadlirin diam, kecuali hanya orang tua dari Najdi penasehat itu yang mengangkat tangannya dan mengacungkan jari telunjuknya kepada pimpinan, menunjukkan bahwa ia hendak berbicara.

Setelah pimpinan rapat mingidzinkan dia berbicara, ia berkata : ”Saya sangat menyetujui pendapat dan usul yang di kemukakan oleh ‘Amr bin Hisyam (Abu Jahal), tidak ada pendapat dan usul yang lebih baik dari pada itu. Karena memang sudah tiba saatnya Muhammad harus kita bunuh dengan selekas mungkin. Hanya saja saya akan mengemukakan sedikit pertimbangan mengenai usul itu. Yakni cara kita memancung kepala Muhammad dari tubuhnya itu tidak usah dengan mengambil pemuda-pemuda sebanyak 50 orang tetapi cukup kita ambil 5 orang pemuda yang gagah perkasa lagi berani dan mereka ini cukup kita ambil dari pemuda-pemuda yang sekarang ini ada disini (yang hadlir dalam rapat itu) dan dari suku-suku Quraisy saja, dan mereka itu harus di persenjatai pedang yang amat tajamnya dan senjata lain sampai lengkap. Saya bekeyakinan bahwa melawan kelima orang pemuda tersebut Muhammad sekali-kali tidak akan menang. Adapun cara kelima orang itu membunuh Muhammad, demikianlah menurut pendapat saya :” Kelima-limanya harus harus datang bersama-sama ke rumah Muhammad, yang empat harus berdiri di depang pintu rumahnya, dan seorang lainnya (diambilkan yang paling gagah berani dan perkasa) mengetuk pintu yang biasanya di buat jalan keluar dari rumah. Seketika dia keluar dari rumah, seketika itu pula mukanya harus ditampar dengan pedang, kemudian harus dikerubut oleh kelima orang pemuda itu dan masing-masing harus memberikan tusukan-tusukan yang hebat kepadanya. Demikianlah cara yang semudah-mudahnya dari saya. Selain dari pada itu, apabila kelima orang pemuda kita itu telah membawa Muhammad ke hadapan kita, harus kita beri hadiah paling sedikit 1000 dinar.

Adapun jika kita ingin turut mengepung rumah Muhammad dan menyaksikan pembunuhan itu, itu tidak ada salahnya.” demikianlah pertimbangan orang tua penasehat tersebut terhadap usul Abu Jahal.

Kemudian rapat itu menyetujui pendapat dan usul Abu Jahal yang telah sedikit diubah oleh penasehat iblis itu, dan akhirnya rapat itu menjadikannya sebagai keputusan rapat.

Sesudah rapat dengan suara bulat memutuskan hendak membunuh diri Nabi Muhammad s.a.w. maka sebagai penutup pimpinan rapat (Abu Lahab) berkata : ”Demi berhala-berhala Latta dan ‘Uzza! Sunggih rapat kita yang mulia ini telah memutuskan suatu perkara yang tidak ringan kita kerjakan, dan sangat penteng bagi kita, ialah membunuh Muhammad dan membinasakan dia, yang telah nyata-nyata memusuhi kamu, hai berhala Latta da’ Uzza! Maka dari itu mudah-mudahan keputusan itu segera dapatlah dilaksanakan! Demi arwah orang-orang tua kita dan leluhur-leluhur kita moga-moga keputusan rapat ini di beri berkah, agar supaya dapatlah kita melaksanakannya dengan semestinya, dan akhirnya dapatlah Muhammad dan para pengikutnya segera lenyap dari bumi Mekah dan sekelilingnya!”

Lalu pimpinan rapat dikembalikan ketangan Abu Jahal dan Akhirnya Abu Jahal menutup rapat yang hebat ini dengan gembira.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 18, 2012 by and tagged .
%d blogger menyukai ini: