ToS Syurga Neraka

Tidak ada Tuhan selain ALLAH maka dirikanlah Sholat untuk mengingat ALLAH

Sejarah Kisah Hijrah Nabi Muhammad S.A.W : Uraian tentang Hijrah Nabi Muhammad S.A.W

Image

Sudah sepatutnya apabila sebagai penutup bab Hijrah ini kami bentangkan hijrah Nabi dan kepentingannya. Sebab soal hijrah ini mengandung hikmah dan kepentingan yang besar lagi bagi ummat Islam seluruhnya, dan kita sebagai umat Islam masa kini harus memperhatikan dengan sebenar-benarnya.

Sebagai bukti bahwa soal hijrah ini mengandung hikmah-hikmah dan kepentingan-kepentingan, ialah keputusan kaum Muslimin di zaman khalifah ‘Umar bin Khathab r.a. (Khalifah Rasulullah kedua) bahwa pergantian tahun Islam itu dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad s.a.w, padahal telah di ketahui bahwa pergantian tahun Arab itu tiap bulan Muharram (‘Asyura), bukan bulan Rabi’ul Awal(Maulid). Tetapi khalifah Umar menetapkan dan memeutuskan dengan persetujuan sahabat-sahabat Nabi waktu itu, bahwa pergantian tahun ‘Arab dan Islam dan hari buat menentukan masa itu di mulai dari hijrah Nabi Muhammad s.a.w. Hal sedemikian itu tentulah ada mengandung hikmah dan kepentingan yang telah diperoleh oleh kaum Muslimin dan Khalifahnya pada masa itu. Dan hal ini haruslah kita perhatikan dan kita fikirkan dengan seksama.

Para sahabat yang budiman! Hijrah Nabi Muhammad s.a.w, dari kota Mekah, tanah airnya dan tumpah-darahnya yang di cintainya, ke kota Madinah, kota orang lain dan keturunan lain, itu bukanlah sesuatu hal yang aneh, bukanlah sesuatu peristiwa ganjil, tetapi ada suatu hal yang telah di pastikan oleh ALLAH yang mengutus beliau, suatu kejadian yang telah berkali-kali terjadi sejak berabad-abad sebelum beliau di bangkitkan oleh ALLAH, dan suatu peraturan yang oleh ALLAH telah di kenakan terhadap Nabi-Nabi Pesuruh ALLAH sebelum Nabi Muhammad s.a.w.

Hal ini masih tercatat dalam kitab-kitaab tarikh, buku-buku sejarah dan di sebutkan pula dalam Al Qur’an. Seperti Nabi Ibrahim berhijrah dari Kan’an ke Mekah, Nabi Ya’qub berhijrah dari Madyan ke Mesir, Nabi Musa berhijrah dari Mesir ke Syam dan demikian juga dengan Nabi dan Rasul lain-lainnya terdahulu. Oleh sebab itu selama perjalanan Nabi Muhammad s.a.w, berhijrah, sejak berangkat dari Mekah hingga sampai di Madinah, ALLAH kerapkali menurunkan wahyu kepada Beliau, wahyu-wahyu yang mengandung riwayat dari peristiwa-peristiwa yang telah di tempuh oleh para Nabi-Nabi, Rasul-Rasul ALLAH terdahulu, yang kesemuannya itu menurut peraturan ALLAH yang telah tetap.

Di posting sebelumnya telah kami terangkan bahwa sebelum Nabi memperoleh wahyu dari hadlirat ALLAH supaya berhijrah, beliau telah mendapat wahyu berupa impian bahwa beliau telah berpindah ke suatu kota yang makmur, yang mempunyai banyak kebun-kebun, taman-taman dan sebagainya, kota itu tidak lain dan tidak bukan ialah kota Madinah. Oleh sebab itu maka pada waktu itu beliau lalu menyuruh sahabat-sahabat beliau supaya berhijrah ke sana.

Dalam tarikh-tarikh Islam, Hijrah Nabi Muhammad s.a.w menjadi suatu peringatan yang penting bagi ummatnya, besar gunanya bagi para pemimpin dan penganjur, terutama pemimpin-pemimpin Islam.

Selam kurang lebih tiga belas tahun Nabi Muhammad ada di Mekah, sejak di tetapkan menjadi Pesuruh ALLAH, selama itu beliau dan para pengikutnya terus menerus mengahadapi bermacam-macam ancaman, menempuh berbagai-bagai bencana, yang di perbuat oleh fihak musuh yang sama sekali tidak sudi mendengar seruan beliau. Ancaman-ancaman dan rintangank-rintangan dari yang sekecil-kecilnya sampai yang sebesar-besarnya, dari yang sehalus-halusnya sampai yang sekasar-kasarnya, sehingga mereka tidak mengenal lagi peri kemanusiaan. 

Selama itu Nabi Muhammad s.a.w selalu di beri peringatan oleh ALLAH supaya tetap teguh dan berani menghadapi ancaman-ancaman, gangguan-gangguan dan rintangan-rintangan yang di perbuat oleh musuh-musuh beliau, sebab kemuliaan itu akan di dapat oleh siapa yang berani dan tabah menderita kesukaran dan kepayahan, kemenangan akan di peroleh oleh siapa yang berani dan tabah menempuh bahaya-bahaya yang mengancam jiwanya, dan kemenangan dan kemuliaan itu ada di tangan kekuasaan ALLAH semata-mata. 

Adapun kaum Muslimin pada saat itu oleh Nabi Muhammad s.a.w, di suruh mengalah, tetapi tidak dengan arti menyerah, menyerahkan diri kepada musuh. Oleh sebab itulah di antara mereka ada yang berhijrah ke daerah lain. Kemudian setelah para musuh Islam hendak membunuh ruh Islam, hendak menewaskan jiwa Nabi, barulah beliau di perintahkan berhijrah ke Madinah.

Dengan keterangan yang sesingkat diatas jelaslah bahwa Islam memberi pimpinan(baca:tuntunan) kepada sekalian pemeluknya, jika mereka telah nyata-nyata mengikut kepada ALLAH dan Pesuruhnya dan telah berkeyakinan penuh dalam hati sanubarinya, dalam segenap urat syarafnya, bahwa Islam itu agama yang sebenarnya, manakala mereka menghadapi berbagai-bagai ancaman, gangguan dan rintangan, dan bermacam-macam kesulitan dan kesukaran yang di perbuat oleh fihak yang nyata-nyata memusuhi Islam, maka mereka di perintahkan oleh ALLAH supaya bersabar(tahan uji), ikhlas serta berani dengan sebenar-benarnya membela segala apa yang telah menjadi keyakinannya, dengan jalan mengalah lebih dulu, dan jangan menyerah kepada musuh.

Dan apabila musuh mereka sudah tidak mengenal lagi akan perikemanusiaan, mereka di perintahkan supaya berhijrah ke tempat (daerah) yang jauh dari fitnah musuh, serta aman dari ancaman-ancaman dan gaangguan-gangguan mereka. 

Dengan hijrah tampak kecintaan kaum Muslimin kepada Islam, dan dengan hijrah kelihatan pula kecintaan mereka kepada ALLAH serta Rasul-Nya, dari pada kecintaan mereka kepada tanah air mereka, tumpah darah mereka dan harta benda mereka masing-masing.

Kecuali itu, hijrah Nabi Muhammad s.a.w, dan kaum Muslimin waktu itu mengandung suatu peringatan yang dalam, sebab dengan hijrah tersebut bertambahlah kekuatan kaum Muslimin. Karena dengan hijrah itu kaum Muslimin akan memperoleh keamanan dan ketenteraman dalam berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan berhijrah itu kaum Muslimin akan mendapat pertolongan sepenuh-penuhnya dari Hadlirat ALLAH Yang Maha Besar, sehingga akhirnya mereka akan dapat mengalahkan musuh-musuh Islam yang bukan bandingan besarnya dan banyaknya dan kekuatannya.

Keterangan yang sesingkat ini cukuplah menjadi petunjuk ummat Islam, bahwa kemenangan dan kemuliaan akan di peroleh kaum Muslimin di tiap-tiap waktu dan masa jika kecintaan mereka kepada ALLAH dan Rasul-Nya lebih besar dari pada kecintaan mereka kepada tanah air mereka, harta benda mereka, keluarga mereka dan sebagainya.

Adapun tentang keutamaan orang-orang yang berhijrah, oleh ALLAH telah di nyatakan berulang-ulang sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an, yang antara lain adalah sebagai berikut : 

”Dan orang-orang yang berhijrah dalam membela agama ALLAH sesudah mereka di aniaya sungguh Kami(ALLAH) akan menyediakan tempat bagi mereka yang baik-baik di dunia, dan sungguh-sungguh pembalasan akhirat lebih besar, jika mereka mengetahui. Mereka yang sama-sama bersabar(tahan uji), dan kepada Tuhan merekalah, mereka itu menyerahkan diri.” (Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 41-42)

Hanya sekianlah uraian tentang Hijrah Nabi Muhammad s.a.w, dan kaum Muslimin yang perlu kami hidangkan ke hadapan sidang pembaca, mudah-mudahan menjadi peringatan bagi kita umat Islam seluruhnya.(Umat Islam bangsa Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 18, 2012 by and tagged .
%d blogger menyukai ini: